Tag Archives: Indonesia

Kualitas Kehidupan Digital Indonesia Anjlog Satu Setrip, Apa yang Perlu Dilakukan?

#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Keterjangkauan layanan internet dan kecepatan broadband di Indonesia perlu semakin ditingkatkan guna memperbaiki kualitas kehidupan digital masyarakat kita.

Perusahaan penyedia layanan virtual private network (VPN), Surfshark, baru saja merilis Indeks Kualitas Kehidupan Digital (Digital Quality of Life Index). Dalam indeks tersebut, Denmark berhasil menyabet predikat sebagai negara dengan kualitas kehidupan digital terbaik di dunia untuk saat ini. Pada tahun 2021 lalu, negara Skandinavia itu berhasil meraih total 0,83 poin, yang menempatkannya di peringkat teratas dari daftar 110 negara yang masuk dalam Digital Quality of Life Index.

Aspek-aspek yang jadi bahan penilaian untuk menetapkan kualitas kehidupan digital yaitu kualitas internet, keterjangkauan, keamanan siber, layanan pemerintahan online, dan infrastruktur elektronik.

Di bawah Denmark, ada Korea Selatan dan Finlandia. Masing-masing dengan 0,76 poin. Menyusul kemudian Israel (0,74 poin), Amerika Serikat (0,74 poin), Singapura (0,72 poin), Prancis (0,71 poin), dan Swiss (0,71 poin).

Denmark paling unggul dalam hal keterjangkauan internet dan infrakstruktur elektronik.Adapun soal kecepatan broadband, Singapura memimpin di urutan paling atas.

Untuk kualitas internet, Korea Selatan menduduki peringkat pertama. Sedangkan untuk pemerintahan elektronik dan keamanan elektronik, masing-masing dimenangi oleh Amerika Serikat dan Yunani.

Lantas, bagaimana dengan posisi Indonesia dalam Digital Quality of Life Index?

Di level global, Indonesia saat ini berada di peringkat 72. Sedangkan di level regional, Indonesia berada di peringkat 20 dari 32 negara.

Untuk keterjangkauan internet, posisi Indonesia berada di peringkat 97. Sementara dalam soal kecepatan broadband, Indonesia berada di peringkat 90.

Adapun untuk kualitas internet, infrastruktur elektronik, dan keamanan siber, Indonesia harus puas berada di peringkat 79, 74, dan 68. Untuk pemerintahan online, Indonesia menempati urutan 66.

Secara keseluruhan, posisi Indonesia dalam Digital Quality of Life Index kali ini anjlog satu peringkat dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya.

Tentu saja, Digital Quality of Life Index ini dapat menjadi rujukan berharga bagi pemerintah kita, terutama dalam upaya meningkatkan keterjangkauan internet dan meningkatkan kecepatan layanan broadband di negeri ini.

Keterjangkauan internet dibutuhkan agar keadilan digital dapat benar-benar mewujud di negara kita. Digitalisasi adalah sebuah keniscayaan. Layanan internet telah menjadi salah satu hak dasar masyarakat, tanpa terkecuali.

Oleh sebab itu, keterjangkauan internet wajib diusahakan. Hingga Juli 2022, masih ada puluhan ribu desa di negara kita yang masih belum terkoneksi internet. Pada saat yang sama, masih ada ratusan pos militer yang juga belum memiliki akses internet.

Kecepatan broadband di negeri ini perlu pula ditingkatkan. Kala dunia kian terdigitalisasi, keberadaan teknologi broadband sangat didibuthkan karena telah menjadi salah satu tulang punggung bagi kemajuan sektor ekonomi.

Para pakar ekonomi sepakat bahwa ketersediaan layanan broadband bakal meningkatkan lapangan kerja dan mengerek pertumbuhan ekonomi. Kajian yang dilakukan Bank Dunia menyimpulkan bahwa 1 persen penetrasi broadband dapat menurunkan 8,6 persen pengangguran, dan 10 persen penetrasi broadband dapat meningkatkan sekitar 1,38 persen pertumbuhan ekonomi. 

Dalam mengejar kualitas kehidupan digital, Indonesia tidak boleh ketinggalan kereta dari negara-negara lainnya. Peringkat kita dalam Digital Quality of Life Index dapat dijadikan bahan masukan penting bagi para pengambil keputusan di negara kita dalam merumuskan dan menetapkan strategi yang tepat dalam ikhtiar mengerek tingkat kualitas kehidupan digital bangsa ini ke posisi yang lebih baik lagi, sehingga turut menopang peningkatan kesejahteraan masyarakat kita, di mana pun mereka berada.***

Akselerasi Digitalisasi Sektor Ekonomi Biru di Indonesia, Kolaborasi ITDRI & BRSDM KP

#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

 

Apa itu Blue Economy atau Ekonomi Biru?

Blue economy atau ekonomi biru sebenarnya bukanlah sebuah istilah yang baru muncul beberapa tahun belakangan. Jika Anda berselancar di mesin pencarian semisal google, Anda akan menemukan bahwa konsep ekonomi biru sudah ada sejak lebih dari satu dekade lalu. Ekonomi biru, dijelaskan dalam website Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), merupakan komitmen untuk memulihkan kesehatan laut dan mempercepat ekonomi laut yang berkelanjutan. Memberikan dasar yang sesuai untuk menjaga kesehatan dan ketahanan laut dalam jangka panjang, menciptakan lapangan kerja dan menarik investasi bisnis yang ramah lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta memperkuat ekonomi dan kedaulatan nasional.

Sederhananya, ekonomi biru merupakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di sektor kelautan. Istilah ini dipakai secara global di seluruh dunia dengan penerapan yang sangat mungkin berbeda di setiap negara, bergantung pada kebijakan negara tersebut. Meskipun pada praktiknya ekonomi biru di Indonesia tidak terbatas hanya pada sektor kelautan namun mencakup semua sumber daya terkait air yang ada di bumi pertiwi.

Melansir dari website Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), ekonomi biru kembali digaungkan di Indonesia sebagai bentuk dari pemulihan biru (blue recovery) pasca pandemi Covid-19. Indonesia sebagai negara maritim yang luas wilayahnya didominasi perairan atau lautan, tentunya memiliki potensi besar secara ekonomi dari perairan yang kita miliki. Suharso Monoarfa selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas pernah mengatakan bahwa ekonomi biru Indonesia memiliki potensi mencapai 1,33 miliar USD dan mampu menyerap 45 juta lapangan kerja.

 

Perairan Wakatobi di Sulawesi Tenggara Sebagai Salah Satu Potensi Ekonomi Biru Indonesia| Youtube (@Kementerian Kelautan dan Perikanan)

 

Akselerasi Digitalisasi Pertumbuhan Sektor Ekonomi Biru di Indonesia 

Indonesia berkomitmen menyukseskan penerapan ekonomi biru termasuk dalam hal akselerasi digitalisasi di sektor ini. Untuk itu, Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) berkerja sama dengan Indonesia Telecommunication & Digital Research Institute (ITDRI) milik Telkom Indonesia, melakukan berbagai kolaborasi untuk memudahkan berbagai pihak di bidang kelautan dan perikanan dalam memanfaatkan teknologi digital. Kolaborasi BRSDM KP dan ITDRI dalam ekonomi biru juga dimaksudkan untuk mengaktivasi ekosistem pentahelix (multipihak), yang mana pentahelix sendiri merupakan unsur kolaborasi yang menggabungkan lima pihak, yaitu academic (akademis/akademisi), business (bisnis), community (komunitas/masyarakat), government (pemerintah), dan media (ABCGM).   

Dalam website ITDRI , terdapat lima inisiasi yang berfokus pada talenta yang akan menggabungkan beberapa program kerja BRSDM KP dan hasil riset dari Telkom-ITDRI, meliputi:

 

  1. Smart Fisheries Village (SFV)

SFV  merupakan salah satu program BRSDM KP yang memiliki tujuan selaras dengan salah satu inovasi Telkom yaitu Smart Village Nusantara (SVN) dan Agree Fisheries yang memanfaatkan teknologi informasi komunikasi serta manajemen yang tepat dan berkelanjutan. Juga berkomitmen untuk mencapai ekonomi yang bertumbuh, masyarakat bekerja, lingkungan lestari, dan desa berbasis digital. Program ini merupakan program yang tengah difokuskan pada saat ini oleh BRSDM KP dan ITDRI.

 

  1. Penangkapan Ikan Terukur (PIT)

PIT dilakukan untuk membatasi jumlah tangkapan ikan (berbasis kuota) sebagai upaya memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan di masa mendatang dan menghindari eksploitasi berlebihan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membagi laut Indonesia ke dalam beberapa zona. Lewat kontrak yang disepakati, investor hanya boleh mengambil hasil laut sesuai kota dan wilayah tertentu. Aturan ini juga akan diberlakukan kepada nelayan tradisional.

Dalam acara Bincang Bahari yang dapat ditonton di channel youtube Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ahmad Rosadi Djakarsih selaku Tribe Leader Aquaculture & Fisheries Telkom Indonesia mengatakan bahwa nantinya penangkapan ikan di suatu daerah, melalui implementasi aplikasi monitoring berdasarkan dynamic SOP, akan bisa mengetahui jumlah tangkapan yang diperbolehkan agar tidak terjadi over fishing. Melalui agree fisheries dapat dilakukan validasi hasil tangkap berdasarkan lokasi tangkap, alat tangkap dan kuota tangkap secara terukur melalui monitoring sistem di aplikasi dan dashboard.

 

  1. Penggabungan Politeknik Kelautan dan Perikanan

Tidak ditemukan penjelasan lebih lanjut mengenai program di poin nomor tiga ini. Namun, sebagai informasi, KKP melalui BRSDM saat ini memiliki 20 satuan pendidikan berbasis vokasi yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia yang terbagi menjadi 11 satuan pendidikan tinggi (10 Politeknik KP serta 1 Akademi Komunitas) dan 9 Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM).

 

  1. Project bank genetika (Gen Bank)

Tidak ditemukan penjelasan lebih lanjut mengenai program ini. Namun, Pada 2020 BRSDM pernah merintis pengembangan Bank Gen Ikan Indonesia (Indonesian Fish Gene Bank) sebagai upaya pelestarian, peningkatan, dan pemanfaatan plasma nutfah perikanan Indonesia secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui aplikasi SIGENI (Sistem Informasi Sumberdaya Genetik Ikan Indonesia), dapat dilakukan identifikasi jenis ikan endemik Indonesia, informasi status kelimpahan stok di alam, dan lainnya. Sementara itu, dalam salah satu unggahan di instagram ITDRI, disebutkan bahwa salah satu teknologi inovasi yang akan dilakukan untuk ekonomi biru adalah Virtual Command Center untuk pengumpulan data genetika perikanan. Mungkin saja ini merupakan penjelasan dari project bank genetika yang dimaksud, dengan menyempurnakan program Bank Gen yang sudah pernah dibuat oleh BRSDM sebelumnya.

 

  1. Implementasi lain terbatas di lingkungan BRSDM KP

 

Ahmad Rosadi Djakarsih Selaku Tribe Leader Aquaculture & Fisheries Telkom Indonesia Memberikan Penjelasan Singkat Mengenai Partisipasi Telkom dalam Ekonomi Biru Indonesia | Youtube (@Kementerian Kelautan dan Perikanan)

 

Sebetulnya, di luar dari lima poin di atas, ITDRI memiliki beberapa poin tambahan terkait pemanfaatan teknologi inovasi untuk meningkatkan kapabilitas talenta dalam pengembangan ekonomi biru. Keseluruhan teknologi inovasi tersebut (termasuk lima poin di atas) disebut sebagai Blue Economy Network (BEN). Beberapa poin tambahan itu adalah virtual learning contohnya melalui aplikasi myDigiLearn dan aplikasi employe experience bernama Worki, industri terkoneksi IoT, virtual campus, dan transformasi budaya kerja digital.

 

Kolaborasi antara BRSDM KP dan ITDRI yang diresmikan pada 2 Agustus 2022 dalam acara Rapat Kerja Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi biru di Indonesia yang kemudian berdampak pada pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Kolaborasi ini juga diharapkan membawa transformasi digital pada sektor kelautan dan perikanan di negeri ini.

Transformasi Pendidikan Berbasis Digital di Indonesia

#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Dalam hidup tidak luput dari yang namanya pendidikan, Indonesia mewajibkan generasinya untuk mengenyam pendidikan wajib selama 12 Tahun yakni (SD, SMP, SMA). Hal ini sangat bagus sekali untuk diterapkan, lebih maju dari yang dulu hanya belajar sampai SD itupun kadang tidak sampai selesai.

Disamping itu, pendidikan di Indonesia bukan masih banyak kekurangannya. Mari kita telusuri apa saja kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajarannya. Satu-satunya yang masih minim sekali adalah pengetahuan tentang “Digital”. Katakanlah mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), baik dari segi gurunya maupun siswanya.

Peran guru dalam pembelajaran adalah menjadi tutor bagi siswa agar materi bisa dipahami dengan mudah. Dulu masih manual sekali dalam pembelajaran, tetapi sekarang bisa dikatakan belajar itu bukan hanya di kelas saja, Youtube, Website juga sudah banyak. Tapi tetap, gurulah yang berperan untuk memfilter siswanya dalam belajar.

Guru bisa menciptakan pembelajaran yang setara dengan situasi, masih ingat dengan revolusi 4.0? So, guru bisa membuat proses pembelajaran dengan media digital, selain interaktif, media digital juga sangat luas dan mampu untuk memvisualkan materi yang akan dipelajari.

Nyatanya, dibalik itu pada tahun 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memaparkan bahwa sebanyak 60% guru di Indonesia belum mampu menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Apakah pembelajaran dengan media digital itu efektif?

So, belajar dengan media digital itu sangat efektif sekali, penunjang proses pembelajaran akan semakin mudah. Tapi, jika gurunya tidak memfilter siswa, maka siswa bisa jadi akan terbalaskan dalam hal yang berlebihan. Jadi walaupun belajar dengan media digital tentu harus diawasi.

Di era digital guru dan siswa harus melek dua-duanya. Karena pembelajaran akan hidup jika terjadi interaktif antara satu sama lain.

Lantas, bagaimana cara membuat guru bisa mampu untuk menciptakan pembelajaran dengan media digital? Oleh karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan untuk 75 ribu guru di Indonesia untuk mengikuti bimbingan teknis dan pelatihan kompetensi.

Ini merupakan upaya yang dilakukan agar guru mampu untuk mengadakan pendidikan berbasis digital, selain itu beberapa upaya untuk bisa dilakukan agar guru mampu melakukan transformasi digital yaitu guru bisa mengikuti pelatihan di luar kemdikbud, masih banyak pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh beberapa instansi yang bekerja sama dengan Kemdikbud seperti Ruang Guru, Zenius, Google: Google Suite for Education dan masih banyak lagi yang lainnya.

Berikut ini, beberapa tools yang bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran berbasis digital.

Google Classroom

Dengan Google Classroom guru bisa memberikan penugasan disana, sehingga guru tidak perlu lagi membuat penugasan secara manual menggunakan kertas, selain itu menggunakan Google Classroom, fitur yang tersedia cukup banyak, selain bisa memberikan penugasan, bisa juga memberikan lampiran berupa Video, Foto, Dokumen bahkan Audio.

Google Classroom
Google Classroom | Sumber: Pribadi

 

Tentunya ini sangat efektif sekali dibanding penugasan secara manual yang rentan catatan hilang dan sebagainya. Dengan adanya Google Classroom siswa tidak akan kehilangan akses karena Google Classroom sudah cloud dan bisa diakses dimana saja dan kapan saja.

Google Form

Aplikasi yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi yaitu Google Form. Dalam pembelajaran terkadang kita perlu mengevaluasi materi yang telah disampaikan, salah satunya dalam bentuk survei yang bisa dibuat oleh Google Form.

banner-gform
Google Form | Sumber: B2B Stack

Dalam Google Form tersedia fitur formulir yang bermacam-macam jenisnya diantaranya Pilihan Ganda, Jawaban Singkat, Jawaban Panjang, Dropdown, Rating, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Rumah Belajar (Kemdikbud)

Rumah belajar ini merupakan salah satu portal pembelajaran yang bisa diakses secara gratis oleh siapapun, dengan adanya portal ini guru bisa mengupload materi agar bisa dipelajari oleh kalangan siswa dari manapun, portal ini bisa digunakan saat belajar daring. Dalam hal ini sebetulnya Kemdikbud sudan menjalin kerja sama dengan beberapa portal agar pembelajaran bisa berjalan dengan lancar.

Kahoot

Aplikasi ini buatan luar negeri, tetapi sangat populer dikalangan para pengguna kuis. Menggunakan kahoot, evaluasi materi bisa melalui kahoot ini. Selain melatih daya cekatan, kahoot juga sangat praktis digunakan, siswa hanya join menggunakan token yang telah diberikan oleh sisi guru.

Demikian beberapa tools yang bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran agar lebih mudah dan efektif. Dengan fenomena ini, pendidikan di Indonesia cukup minim teknologi, maka dari itu mari kita bekerja sama bareng-bareng menuju pendidikan yang berkualitas dan bermutu.

Indonesia Siap Dominasi Pasar E-Payment ASEAN 2025

#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia telah menempatkan layanan digital payment atau pembayaran digital, sebagai pilihan mayoritas Masyarakat dalam melakukan transaksi digital. Lebih praktis dan nyaman digunakan, banyaknya promosi dan diskon, serta konfirmasi total harga sebelum melakukan pembelian, adalah tiga faktor dengan persentase tertinggi yang mendorong minat Masyarakat untuk menggunakan layanan tersebut. 

Diantara berbagai alternatif layanan pembayaran digital yang paling sering digunakan di Indonesia, adalah E-Wallet atau dompet digital dan Buy Now Pay Later (BNPL) atau layanan beli sekarang bayar nanti. Keduanya merupakan hasil inovasi yang bertujuan untuk mempermudah transaksi secara cashless atau non tunai, sehingga menyebabkan stagnasi pertumbuhan jumlah transaksi kartu kredit perbankan.

Berdasarkan data pertumbuhan kartu kredit yang dirilis oleh Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) pada 12 Agustus 2022, jumlah transaksi kartu kredit di Indonesia pada semester awal Tahun ini sebanyak 133 juta transaksi. Terjadi penurunan sekitar 51 persen dibandingkan jumlah transaksi pada Tahun lalu, yang mencapai 277 juta transaksi. Hal ini menunjukkan semakin eksisnya transaksi cashless atau non tunai, dengan menggunakan layanan E-Wallet dan Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia. Sehingga akan memberi dampak positif, bagi perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Hadirnya kedua layanan pembayaran digital ini, juga dinilai akan membuka potensi besar bagi Para Pelaku bisnis E-Commerce. Dalam hal mempererat hubungan dengan Pelanggan, memberikan pengalaman yang lebih baik kepada Pelanggan, serta mendorong peningkatan skala bisnis dan memperluas jangkauan pasar.

Atas dasar itulah, saat ini sudah banyak Pelaku bisnis E-Commerce yang telah menggunakan layanan E-Wallet dan Buy Now Pay Later (BNPL) sebagai salah satu metode pembayaran cashless atau non tunai. tidak hanya di Indonesia saja tetapi juga hampir di setiap Negara di Dunia. Dengan begitu, bukanlah hal yang mustahil jika Indonesia akan menjadi salah satu Negara dengan jumlah Pengguna terbanyak, dari kedua layanan pembayaran digital tersebut.

Riset yang dilakukan International Data Corporation (IDC) InfoBrief dengan dukungan dari P2PC salah satu Payment Gateway Platform yang beroperasi di Negara-negara Asia Tenggara, telah memprediksikan bahwa akan ada penambahan seperempat milyar Pengguna E-Wallet di Asia Tenggara pada 2025 mendatang, dengan sebagian besar tambahan Pengguna baru dari Indonesia sebanyak 130 juta Pengguna.

Sementara untuk layanan Buy Now Pay Later (BNPL), Indonesia disebut akan menjadi pasar terbesar se-Asia Tenggara pada Tahun yang sama, dengan total belanja di sektor E-Commerce yang meningkat 8,7 kali lipat dibandingkan Tahun 2020. Kondisi ini akan lebih memungkinkan kedudukan Indonesia sebagai salah satu Penggerak perekonomian terbesar di kawasan Asia Tenggara, dan akan semakin memungkinkan lagi jika melihat jumlah Populasi total Penduduk Indonesia adalah yang terbanyak di kawasan ini.

Digital Payment | Sumber : freepik.com

Tidak dapat dipungkiri, bahwa pada dasarnya pertumbuhan dan perkembangan layanan E-Wallet dan Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia, beriringan dengan masifnya kegiatan perbelanjaan pada di sektor E-Commerce. Terlebih lagi saat ini Pemerintah tengah gencar-gencarnya melakukan upaya pendigitalisasian UMKM, yang secara tidak langsung akan turut mendorong meningkatnya penggunaan kedua layanan pembayaran digital tersebut.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa prediksi tentang tingginya pertumbuhan Penggunaan layanan E-Wallet dan Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia pada 2025 ini, sekaligus menjadi gambaran positif terkait peluang berkembangnya layanan pembayaran digital. Selain itu, hal ini juga semakin memungkinkan terwujudnya transformasi digital dalam aktivitas perekonomian di Tanah Air kedepannya. Sehingga cita-cita bersama tentang digital bisa untuk Indonesia yang lebih baik dapat direalisasikan seiring berkembangnya Bangsa dan Negara.

Penggunaan Cloud Computing untuk Bisnis 4.0 di Indonesia

Cloud Computing | Sumber : https://pixabay.com/id/illustrations/keping-awan-komputer-data-6517875/


#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Mungkin istilah dari cloud computing saat ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita, namun apa itu cloud computing?. Cloud computing adalah suatu ketersediaan sumber daya sistem komputer sesuai dengan permintaan terutama dalam penyimpanan data dan daya komputasi, tanpa pengelolaan aktif langsung oleh user. Istilah cloud computing ini digambarkan sebagai pusat data yang tersedia untuk banyak user menggunakan internet. Pada saat ini era bisnis dan industry telah memasuki era 4.0, di mana pelaku bisnis mulai menggunakan teknologi yang canggih salah satunya penggunaan teknologi cloud computing, Menurut Laporan State of the Cloud tahunan Right Scale untuk tahun 2019 sekitar 91% bisnis menggunakan cloud public dan 72 % menggunakan cloud pribadi. Namun Sebagian besar perusahaan menggunakan kedua opsi tersebut dengan 69% memilih menggunakan cloud hybrid. Dengan dilihat dari persentasenya layanan cloud computing ini sedang meningkat karena banyaknya peminat dan permintaan yang berkembang pesat.

Tapi apa peranan Cloud computing dalam dunia bisnis?

Cloud computing ini memiliki peranan penting dalam mempersingkat waktu untuk mengembangkan suatu produk atau sebuah aplikasi. Cloud ini dapat menyediakan berbagai macam layanan dalam memantau aktivitas distribusi data, dengan adanya cloud computing ini dapat memangkas sumber daya yang lebih sedikit dan juga sumber daya yang sedikit juga dan menjadi efisien. Tetapi cloud ini disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau pelaku bisnis yang menggunakan seperti dalam kebutuhan server dengan trafik tinggi dapat ditingkatkan dengan sangat mudah. Teknologi ini juga menjadi alternatif di dunia bisnis pada saat masa pandemi Covid 19. Menurut cloud computing Indonesia bahwa ada pertumbuhan pada CAGR sebesar 18,9% di periode 2020 – 2024 dan juga pada tahun 2021 menunjukan sekitar 50% Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami kenaikan pendapatan sebesar 20% setelah mengadopsi cloud juga dengan cloud ini diprediksi akan meningkatkan PBD Indonesia sekitar $ 10,7 miliar dalam 5 tahun mendatang. Maka dari itu peranan cloud computing dalam dunia bisnis ini sangat berpengaruh untuk pendapatan negara dan juga dapat membantu pendapatan para pelaku bisnis UMKM, memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. Selain itu menurut Kertas kerja yang berjudul Cloud Computing as a Key Enabler for Tech Start-Ups Across Asia and the Pacific menyebutkan bahwa infrastruktur cloud akan lebih hemat biaya, mengurangi beberapa risiko kewirausahaan, bersifat scalable atau berskala, cepat dan efisien. Selain itu cloud juga membantu perusahaan startup menghadapi beberapa situasi yang tidak diperkirakan, dan juga terciptanya produk-produk berteknologi canggih.

Ada beberapa survey Cloud computing di dunia bisnis:

  1. Sekitar 20,66% rata rata peningkatan waktu produktivitas pelaku bisnis.
  2. 19,63% kenaikan rata rata pertumbuhan di perusahaan.
  3. 18,80% kenaikan rata rata dalam proses yang ada di dalam perusahaan.
  4. 16,18% pengurangan rata rata biaya operasional perusahan.
  5. 15,07% pengurangan rata rata pengeluaran departemen TI.
  6. 16,76% penurunan rata rata biaya pemeliharaan TI.

Dengan melihat survey tersebut, maka ada beberapa keuntungan dari Cloud Computing di dunia bisnis:

  1. Efektivitas Biaya di mana perusahaan tidak perlu menginvestasikan uang dan waktu untuk menggunakan server standard yang di mana lebih rumit dibandingkan dengan menggunakan metode cloud, di mana biaya pemeliharaannya akan lebih murah dan lebih menghemat waktu.
  2. Skala dan Kecepatan dengan menggunakan cloud ini tidak diperlukan untuk membeli dan juga mengatur sebuah hardware secara manual.
  3. Ruang Penyimpanan Besar dengan menggunakan cloud ini perusahaan memiliki ruang penyimpanan yang lebih besar lagi untuk menyimpan sebuah file dan sebuah data.

Mengenal Webtoon dan Perkembangannya di Indonesia

#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Melansir dari web Naver, webtoon yang berasal dari kata “web” dan “cartoon” memiliki arti kartun atau komik yang berada pada suatu website dan dapat dinikmati secara online.

Sejak dulu komik sudah memiliki banyak peminat di seluruh dunia. Bagi sebagian orang, penyampaian cerita menggunakan ilustrasi seperti pada komik lebih menghibur dan mudah untuk dipahami.

Muncul pertama kali di Amerika Serikat pada tahun 1837, komik pun terus tumbuh mengikuti perkembangan jaman hingga akhirnya muncul dalam bentuk digital.

Komik versi digital ini menarik banyak peminat karena fleksibilitasnya yang dapat dibaca dimana saja dan kapan saja. Adanya ruang interaksi antara pembaca dan kreator juga memungkinkan para kreator menerima feedback langsung dari penggemar karyanya.

 

Kapan Pertama Kali Webtoon Muncul?

Anak membaca komik | pexels.com (Mikhail Nilov)

Daum Webtoon merupakan webtoon resmi pertama di dunia. Didirikan pada tahun 2003, Daum Webtoon terus beroperasi dan kemudian bergabung dengan Kakao pada tahun 2014. Pada tanggal 1 Agustus 2021 platform ini kemudian diluncurkan kembali sebagai Kakao Webtoon.

Platform digital komik selanjutnya yaitu LINE Webtoon. Didirikan oleh Kim Jun Koo pada tahun 2004 dengan nama Naver Webtoon, LINE Webtoon resmi diluncurkan secara global pada tahun 2014.

Selain bahasa korea, platform ini mulai meluncurkan konten menggunakan bahasa Indonesia pada tahun 2015 dan Thailand pada tahun 2014. Saat ini LINE Webtoon telah memiliki 750 ribu kreator dan 82 pengguna aktif bulanan.

Ditanah kelahirannya, webtoon sudah banyak diangkat menjadi serial drama. Beberapa yang terkenal hingga ke tanah air yaitu Itaewon Class, True Beauty, Sweet Home, dan My Roommate is a Gumiho.

 

Bagaimana Perkembangan Webtoon di Indonesia?

Membaca komik digital | pexels.com (Andrea Piacquadio)

Di Indonesia platform komik digital mulai muncul pada tahun 2010. Ngomik.com yang merupakan webtoon pertama di Indonesia sempat memiliki 2.700 pengguna dan 500 komikus. Sayangnya saat ini situs tersebut sudah tidak aktif.

Platform komik digital lain milik tanah air yang selanjutnya mucul adalah ciayo.com. Namun situs ini juga akhirnya tutup di masa pandemi.

Hal tersebut menjadikan LINE Webtoon sebagai satu-satunya platform komik digital yang bertahan di tanah air.

Sejak mulai hadir di Indonesia pada tahun 2015, saat ini pengguna aktif LINE Webtoon mencapai 6 juta. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar komik digitalnya.

Faza Ibnu Ubaydillah merupakan webtunis pertama yang dihubungi oleh LINE Webtoon Indonesia. “Si Juki : Lika Liku Anak Kos” kemudian menjadi komik digital pertama yang ia rilis melalui platform tersebut.

Lewat kompetisi, LINE Webtoon kemudian berhasil menggaet webtunis berbakat lainnya seperti Annisa Nisfihani dan Archie The RedCat. Karya mereka My Pre-Wedding dan Eggnoid pun sukses baik di tanah air maupun luar negeri.

Beberapa karya komik digital milik anak bangsa yang sukses dan diangkat menjadi film yaitu Terlalu Tampan, Eggnoid, dan Si Juki : Lika-Liku Anak Kos.

Kakao webtoon juga baru-baru ini mulai merambah ke Indonesia. Menggunakan fitur IPX atau IP Experience, platform ini menawarkan pengalaman baru dalam membaca komik digital. Dengan karakter yang bergerak 3 dimensi, membaca komik akan terasa lebih seru dan nyata.

Resmi meluncur pada 27 April 2022, ratusan judul populer di Korea telah hadir di platform komik digital ini. Salah satunya adalah karya webtoon yang telah sukses diangkat menjadi serial drama Business Proposal, kini bisa dibaca di Kakao Webtoon dengan judul asli The Office Blind Date.

WhatsApp Punya Fitur Baru, Indonesia Dapat Duluan!

Sederet fitur terbaru WhatsApp | Sumber: Unsplash (Christian Wiediger)


Platform chatting dan video call online, WhatsApp, kembali merilis sejumlah fitur terbarunya, tanpa pengumuman resminya. Total ada lima pembaharuan yang disematkan untuk Android versi 2.22.19.76 dan iOS versi 22.19.75. Hal ini membuat media perpesanan tersebut semakin lengkap dan menjadi garda terdepan yang terus berinovasi. Berikut adalah fiturnya:

  1. Bisa meng-undo pesan yang sudah dihapus. Caranya sangat mudah, anda hanya perlu mengetuk “undo me” saat kotak keterangan pesan dihapus muncul di layar. Ingat, kesempatan ini hanya muncul beberapa detik saja, sehingga harus bergerak cepat. Fitur ini berguna bagi pengguna WhatsApp yang mungkin sering salah memencet opsi “Delete for everyone” menjadi “Delete for me”.
  2. Ingin mencari pesan apa saja yang belum terbaca? Anda bisa menemukan “unread message” dengan mengetuk ikon kaca pembesar di atas dan cari filter “unread”.
  3. Keluar grup saat ini bisa dilakukan dengan diam-diam dan tidak meninggalkan notifikasi apapun pada layar, kecuali admin. Sehingga, apabila user memutuskan untuk leave group, tidak perlu merasa tidak nyaman dengan anggota lainnya.
  4. Pengguna dapat meninjau link yang dibagikan oleh teman di WA-nya, sehingga kita mendapatkan gambaran singkat tentang apa yang ada dalam link tersebut.
  5. Admin bisa menghapus pesan dari anggota grup yang dinilai tidak pantas atau kurang relevan untuk dilihat. Hal tersebut juga membantu memerangi hoax-hoax yang bermunculan di platform ini.

Selain kelima hal di atas, baru-baru ini WhatsApp mengumumkan bahwa layanan perpesanan milik Meta itu akan meluncurkan fitur bernama “Business Search”. Melansir dari CNN Indonesia, fasilitas ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, di mana banyak yang lebih sering mengirimkan pesan ke WhatsApp perusahaan yang dituju dibandingkan dengan telepon atau e-mail. 

Business Search memungkinkan kita untuk bisa menemukan kontak para perusahaan besar yang telah tersambung dengan media tersebut, tanpa harus mengantongi nomor telepon yang digunakannya. Beruntungnya, Indonesia masuk ke dalam jajaran negara pertama yang akan bisa merasakan experience ini, mulai 11 Oktober nanti.

Jokowi Luncurkan Vaksin IndoVac Hari Ini, Indonesia Makin Mandiri

Hari ini (13/10), Presiden RI, Joko Widodo, melakukan peluncuran perdana sekaligus peninjauan penyuntikan pertama vaksin COVID-19 buatan dalam negeri, Vaksin IndoVac. Acara ini berlangsung di pabrik PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, selaku perusahaan yang membuat dan memproduksi vaksin tersebut.

Melansir dari rilis Sekretariat Kabinet RI, presiden meminta jajarannya, seperti Menteri BUMN dan Menteri Kesehatan, untuk turut mendukung dan mendorong program pengembangan vaksin di tanah air, sehingga Indonesia bisa segera memenuhi kebutuhan vaksin nasional secara mandiri.

Sebagai informasi, tahun ini Bio Farma telah memiliki sekitar 20 juta dosis IndoVac yang digarap selama 1,5 tahun terakhir. Diprediksi pada tahun mendatang akan terpenuhi hingga dua kali lipat dari sekarang.

Jokowi mengapresiasi kerja keras Bio Farma dan seluruh pihak yang terlibat untuk mensukseskan lahirnya vaksin lokal di tanah air, “Inilah saya kira sebuah kerja keras SDM-SDM (sumber daya manusia) muda kita dalam menggarap sebuah vaksin baru, dari hulu sampai hilir, ini memakan waktu IndoVac dari awal sampai sekarang 1,5 tahun, juga diam enggak pernah bersuara, tahu-tahu jadi IndoVac,” katanya.

Tak hanya itu saja, Bio Farma sendiri juga berada pada lima besar produsen vaksin dunia dengan kapasitas produksi mencapai 3 miliar dosis vaksin per tahun yang diekspor ke 153 negara. Adapun vaksin yang dikeluarkan yakni untuk polio, difteri, meningitis, flu, campak, dan COVID itu sendiri. Bahkan, 70 persen pasar dunia untuk vaksin polio juga berasal dari sini.

Honesti Basyir selaku Direktur Utama Bio Farma mengharapkan bahwa prestasi tersebut diharapkan bisa menjadi tonggak pencapaian bahwa negara kita bisa memproduksi sendiri vaksin-nya karena secara kualitas dan keamanan telah teruji. Hal ini dapat mengurangi ketergantungan kita terhadap barang impor.

“… Kami berharap ini Bio Farma bisa menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi memberikan produk-produk yang sangat dibutuhkan untuk penanganan dan untuk membentuk ketahanan kesehatan di Indonesia seperti yang diamanatkan oleh Presiden,” kata Honesti.

Menurut Menteri BUMN, Erick Thohir, Indonesia juga sedang berupaya untuk melakukan kerja sama yang serupa dengan pihak lain. Yang terbaru adalah agenda ProFactor untuk vaksin hemofilia yang baru saja ditandatangani di Inggris.

“Kita punya cita-cita, di tahun 2027 ini tentu dorongan bagaimana ekosistem kesehatan ini bisa mencapai angka Rp 94 triliun, yaitu 25 persen dari pangsa pasar. Ini penting kita lakukan,” sebut Erick.